
Tari legong punya riwayat nan panjang. Bermula dari Desa Ketewel, legong kemudian berkembang menurut gaya-gaya yang diolah para empu tari di pelbagai desa kawasan Pulau Dewata. Legong topeng diperkirakan menjadi cikal bakal tarian ini. Meski ada pergeseran, tari legong diyakini akan tetap lestari.
Alunan nada bersemangat seperangkat gamelan yang dimainkan Sekaa Semara Pegulingan Gunung Jati menyapa para tamu di Balerung Stage. Di panggung pertunjukkan sempit di Desa Peliatan, Ubud, Bali, itu sesosok penari tiba-tiba muncul dari balik tirai yang membalut sepasang candi bentar. (more…)
Categories: Seni dan Budaya

Ni Wayan Wiwin Oktarini dan teman-temannya terlihat sibuk. Gadis sembilan tahun itu menghias gelungan, sejenis mahkota berwarna keemasan. Satu per satu bunga kamboja dipasangkan. Dan, gelungan yang bakal dipakai untuk menari telah siap dikenakan.
Wiwin dan teman-temannya bergegas menuju salah satu bale di Pura Payogan Agung. ”Tadi minum es ya?” tanya Luh Ana, 17 tahun, kakak pendamping mereka yang juga mantan penari legong topeng. Wiwin mengangguk sambil tersenyum.
Rupanya, hari itu Wiwin sempat minum es gara-gara lupa kalau kelompok legong topengnya akan medal. Medal adalah istilah bahasa Bali yang biasa digunakan bila legong topeng Pura Payogan Agung akan mentas di luar pura. (more…)
Categories: Seni dan Budaya