Berburu Eksotisme ‘Sunset’

Siapa yang tak mengenal keindahan ‘sunset’ (matahari tenggelam) di Bali? Setidaknya, sunset menjadi salah satu daya tarik wisata Bali yang banyak dicari wisatawan. Baik itu wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, atau bahkan masyarakat lokal.

MESKI Bali lebih dikenal dengan pesona sunset Pantai Kuta, tak berarti hanya Kuta yang mampu menampilkan eksotisme tersebut. Pesona sunset nan eksotis juga dapat dinikmati dari banyak lokasi di kaki Pulau Bali.
Memandang sunset dari beberapa titik di kaki Pulau Bali, mampu membawa siapa pun menjadi seolah berada di ‘alam lain’. Pasir putih di hampir semua pantai sekitar kawasan tersebut, menjadikan nuansa keindahan itu makin terasa.
Meski sama-sama berpasir putih, namun memandang sunset di setiap pantai akan memberikan nuansa berbeda. Pesona sunset di satu titik, tidak bisa dinikmati secara sama di titik lainnya. Masing-masing menyimpan keunikannya sendiri.
Ada beberapa pantai di kawasan barat kaki Pulau Bali yang banyak diburu untuk menikmati sunset. Salah satunya dan yang paling terkenal adalah Pantai Kuta.
Pantai yang sejak awal digemari karena sunsetnya ini, memang mampu menghadirkan pesona sunset yang sarat keindahan. Pantainya yang luas dan berpasir putih, membuat sunset di kawasan ini bisa dinikmati dengan leluasa. Tak ada penghalang saat memandang keindahan sunset Pantai Kuta.

Dari Balangan Hingga Suluban
Selain Pantai Kuta, pesona sunset juga dapat dinikmati di Pantai Balangan.
Dari Pantai Kuta, Balangan bisa ditempuh kendaraan selama 20 menit ke arah Selatan. Pantai yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini, menyajikan sunset dengan bentuk lain.

Panjang pantai yang dibatasi tebing tinggi di sisi kanan dan kirinya, membuat arah pandang menuju sunset cukup terbatas. Namun hal itu tak mengurangi pesona sunset di pantai ini.

Tebing tinggi yang membatasinya, justru memberikan pesona yang unik dan menarik. Hal lain yang membedakan Balangan dengan Kuta, pasir pantai Balangan terlihat jauh lebih putih dengan kontur yang lebih kasar.

Melangkah sedikit ke arah selatan Balangan, pesona sunset lain sudah bisa dinikmati dari Pantai Dreamland. Sesuai namanya, Dreamland memang benar-benar sebuah tempat impian. Luas Pantai Dreamland dengan Balangan yang hanya disekat tebing, memang tak jauh berbeda.

Panjang Pantai Dreamland tak lebih dari setengah kilometer. Meski sangat dekat dengan Balangan, bukan berarti Dreamland tak memiliki daya tarik tersendiri. Dreamland justru menawarkan pesona sunset yang jauh lebih menarik.

Sunset di Dreamland bisa dinikmati langsung dari pantainya, atau sekadar duduk di atas tebing yang menghadap ke pantai. Kedua cara berbeda itu memberikan nuansa keindahan yang juga berbeda.

Pantai Padang-Padang menjadi pantai selanjutnya yang banyak dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati pesona sunset. Pantai di sebelah selatan Dreamland –masih di Desa Pecatu– ini, juga cukup sempit. Panjangnya bahkan tak lebih dari separuh panjang pantai Dreamland.

Labuan Sait, demikian orang biasa menyebut pantai ini. Yang membuatnya unik dibandingkan pantai lainnya, Padang-Padang memiliki sebuah terowongan pendek menurun yang harus dilewati untuk mencapai pantai. Keindahan sunset Padang-Padang juga bisa dinikmati hanya dari pinggir jalan, karena lokasinya yang sangat dekat dengan jalan umum.

Tak lebih dua kilometer dari arah Padang-Padang, kita bisa menemukan Pantai Suluban yang terkenal karena menjadi lokasi syuting video klip grup musik dunia, ‘Michael Learns to Rock’.

Berbeda dengan empat pantai sebelumnya, Suluban tak memiliki pantai yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati sunset. Sunset di Pantai Suluban seringkali hanya bisa dinikmati dari atas tebing. Pasir di pantai ini hanya sesekali bisa dinikmati pengunjung, saat laut sedang surut. Saat pasang, ketinggian air tidak memungkinkan untuk itu.
Uluwatu, menjadi tempat paling ujung yang menyajikan sunset dengan cara yang cukup spektakuler. Pasalnya, sunset dari atas tebing tinggi ini tak hanya dinikmati dengan cara biasa.

Sebuah pertunjukkan tari kecak yang luar biasa, memberi nuansa yang benar-benar eksotis dari sebuah sunset. Meski tanpa pesona pantai seperti tempat lain, Uluwatu justru menyajikan sunset yang jauh lebih unik.

Akses Mudah, Fasilitas Lengkap
Meski sama-sama menyajikan keindahan, sunset di Pantai Kuta tampaknya jauh lebih digemari. Hal itu tampak dari banyaknya wisatawan yang berkunjung untuk menikmati sunset di pantai ini. Minimal, puluhan pengunjung tampak menikmati sunset di Kuta setiap harinya. Bahkan, sunset di Kuta justru seringkali dinikmati oleh ratusan pengunjung.

Banyaknya penikmat sunset di Kuta, tampaknya tak terlepas dari akses yang memang jauh lebih mudah. Sarana prasarana pendukung di kawasan Pantai Kuta dan sekitarnya yang jauh lebih lengkap, membuat Kuta paling mudah diakses.

Kondisi itu sangat berbeda dengan kondisi pantai lain, baik Balangan, Dreamland, Padang-Padang, Suluban atau Uluwatu. Sarana dan prasarana yang ada di pantai-pantai lain selain Kuta, bisa dikatakan sangat minim.

Belum lagi akses jalan ke kawasan itu yang sangat tidak memadai karena tanpa penerangan jalan. Hal itu menimbulkan kerawanan bagi para pengunjungnya.
Sunset di Balangan, Dreamland, Padang-Padang, Suluban atau Uluwatu, justru lebih banyak dinikmati wisatawan asing atau masyarakat lokal.

Hal itu berbeda dengan sunset dari Pantai Kuta yang juga banyak dinikmati wisatawan domestik. Sebagian besar wisatawan asing yang menikmati sunset di Balangan, Dreamland, Padang-Padang atau Suluban, umumnya merupakan wisatawan penghobi surfing. Itu karena pantai-pantai tersebut dikenal sebagai kawasan surfing yang cukup menantang. [Komang Erviani / pernah dimuat di Harian WARTA BALI]

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s