Transaksi Ritel Naik 50 %

DENPASAR (SINDO) – Tansaksi ritel di Bali mengalami kenaikan sekitar 50 % selama libur akhir tahun ini. Kenaikan terutama ditopang oleh transaksi pembelian makanan dan minuman.

Transaksi perdagangan riitel di Bali mengalami kenaikan gara-gara antusiasme masyarakat menyambut tahun baru 2008. Berdasarkan pantauan SINDO kemarin, sejumlah swalayan diserbu pengunjung sejak pagi hingga malam hari. Antrian panjang juga terlihat di kasir-kasir swalayan, hampir sepanjang hari. Bahkan sejumlah swalayan menambah tenaga kasirnya untuk mengurangi panjangnya antrian. Seperti terlihat di Swalayan Ramayana Jl. Sesetan Denpasar dan Tiara Dewata Jl. Letjen Sutoyo Denpasar.

Store Manager Ramayana cabang Sesetan, Benny Santoso, menjelaskan peningkatan transaksi penjualan sudah terjadi lima hari sebelum tahun baru. Bila omset penjualannya di hari biasa hanya Rp. 100 juta per hari, menjelang tahun baru naik menjadi sekitar Rp.150 juta per hari.

Kenaikan nilai transaksi penjualan terutama disebabkan oleh transaksi penjualan snack dan minuman. Dikatakan Benny, transaksi penjualan snack sejak jelang tahun baru naik hingga 30 % dibanding hari biasa. Sementara transaksi penjualan minuman naik hingga 50%. “Yang paling banyak dibeli soft drink dan bir. Malah kami kehabisan stok karena suppliernya sendiri sudah nggak punya stok,” terang Benny.

Untuk produk fashion, Benny mengakui adanya kenaikan transaksi penjualan. Namun kenaikannya tidak terlalu signifikan dibandingkan hari biasa. “Produk fashion banyak dicari pada saat Natal lalu. Sekarang juga ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan,” tandasnya.

Pasar Swalayan Tiara Dewata juga mengalami kenaikan transaksi penjualan jelang tahun baru. Menurut Operation Manager Tiara Dewata, Novie Setyo Utomo, transaksi penjualan naik sekitar 30 hingga 50% sejak Jumat pekan lalu. Sayang, Novie enggan menyebut nominalnya.

Kenaikan transaksi di Tiara Dewata terutama terlihat pada penjualan makanan dan minuman. “Yang paling banyak dibeli adalah soft drink dan kue kering. Mungkin untuk persiapan malam tahun baru,”terangnya.

Hebatnya, kenaikan transaksi penjualan ikan pada detik-detik pergantian tahun kemarin mencapai 500 persen, atau 5 kali lipat dari hari biasa. Kenaikan penjualan ikan pada tahun baru, jelas Novie, merupakan kecenderungan yang selalu terjadi setiap tahunnya. Hal itu diduga karena tradisi masyarakat Bali yang biasa menghabiskan malam tahun baru dengan barbeque party. “Kami memang sudah siap dengan kenaikan dengan manambah stok ikan. Karena di Bali ini sudah sangat khas di mana masyarakat merayakan detik-detik tahun baru dengan barbeque party,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi atas keamanan malam tahun baru, sejumlah swalayan kemarin juga menyiagakan personil keamanannya dalam jumlah yang lebih banyak dari hari biasa. Selain itu, sejumlah swalayan juga melakukan kerjasama dengan aparat kepolisian setempat untuk pengamanan. “Hanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Novie. [ni komang erviani]

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Ekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s