‘Nyepi’ Sedunia Direspons Baik, Kecuali RI

Okezone – Rabu, 20 Februari 2008 – 00:09 wib

DENPASAR – Usulan Bali untuk mengadopsi konsep Hari Raya Nyepi melalui World Silent Day untuk mengurangi emisi, ternyata direspons positif oleh masyarakat internasional. Sayangnya, respons baik belum datang dari Indonesia. Respons atas usul World Silent Day yang sudah diusulkan dalam Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada Desember 2007 lalu itu, di antaranya datang dari masyarakat dari Amerika, Belanda, dan Jerman. Respons yang diterima beragam, mulai dari bentuk dukungan hingga rencana tindak lanjut di negara masing-masing. Sebaliknya, justru pemerintah Indonesia tidak memberi respons atas usulan dari Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim itu. Perwakilan Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim, Hira Jhamtani, mengeluhkan tidak adanya respons pemerintah Indonesia. Padahal menurut Hira, Indonesia sebagai tuan rumah seharusnya sudah memiliki sikap tegas untuk mengurangi efek rumah kaca. “Saya tidak mengerti kenapa pemerintah Indonesia justru tidak memberi respons,” ujarnya di Denpasar, Selasa (19/2/2008). Kepala Pusat Regional Lingkungan Hidup Bali-Nusra R Sudirman menegaskan dukungannya atas ide World Silent Day. Menurut Sudirman, ide tersebut sangat baik untuk mengurangi emisi. Namun World Silent Day menurutnya tidak cukup efektif mengurangi emisi. Dikatakan Sudirman, sekitar 56% penyumbang gas rumah kaca di Indonesia disumbang akibat tata ruang yang tak konsisten. “Jadi yang terpenting adalah konsistensi tata ruang di seluruh daerah di Bali,” tegasnya.(Ni Komang Erviani/Sindo/jri)

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Lingkungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s