Nyepi Hemat Energi Rp3 Miliar

Okezone-Senin, 10 Maret 2008 – 19:17 wib
DENPASAR – Peringatan Hari Raya Nyepi yang diwarnai dengan penyetopan seluruh aktivitas di Pulau Bali, terbukti mampu menghemat energi listrik. PT PLN mencatat penghematan bahan bakar solar untuk pembangkit listrik sebanyak Rp3 miliar selama Nyepi.Penghentian aktivitas masyarakat pada Nyepi di Bali, 7 Maret lalu, membuat dua pembangkit listrik di Bali juga stop beroperasi. Kedua pembangkit yang distop operasinya tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron yang biasa menghasilkan listrik sebesar 80 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk, yang biasa menghasilkan listrik sebesar 130 MW.

Pengistirahatan kedua pembangkit listrik tersebut berhasil menghemat bahan bakar solar sebanyak 500.000 liter, atau setara dengan Rp3 miliar. “Ini sangat membantu program penghematan listrik,” ujar General Manager PT PLN Wilayah Distribusi Bali Sudirman, di sela-sela acara serah terima jabatan dari pejabat lama Budiman Bachrulayat di Denpasar, Senin (10/3/2008).

Beban listrik Bali pada saat Nyepi juga mengalami penurunan hingga sekitar 40 persen dari hari biasanya. Beban listrik di Bali pada saat Nyepi hanya 248 megawatt, lebih kecil dari beban listrik normal yang rata-rata sebesar 440 megawatt.

Meski terjadi penghematan konsumsi listrik, namun total penghematan listrik pada Nyepi tahun ini lebih rendah dari penghematan pada Nyepi tahun 2007 lalu. PLN Bali mencatat penghematan listrik pada Nyepi tahun lalu mencapai 60 persen. Beban listrik pada Nyepi tahun lalu hanya sekira 195 megawatt.

Penghematan listrik pada Nyepi tahun ini juga tidak sesuai target PLN. Sebelumnya, PLN menargetkan penghematan listrik pada Nyepi tahun ini bisa meningkat hingga 70 persen dari total pemakaian rata-rata.

Mantan General Manager PLN Bali yang kini menjabat General Manager PLN Wilayah Distribusi Jawa Barat dan Banten, Budiman Bachrulayat, menduga turunnya penghematan listrik PLN pada Nyepi tahun ini disebabkan karena semakin tingginya aktivitas perhotelan.

Menurut Budiman, Nyepi tahun ini dimanfaatkan oleh banyak hotel untuk menawarkan paket Nyepi. “Kemungkinan besar ini terkait dengan semakin besarnya animo masyarakat dan wisatawan. untuk menginap di hotel pada saat Nyepi,” terang Budiman.
 
Hari Raya Nyepi diakui sebagai tradisi bagus untuk menghemat energi. Namun penghematan listrik diharapkan tidak hanya dilakukan pada saat Nyepi. Pasalnya. Kelistrikan Bali belum bisa andal hingga dua tahun ke depan. Baru pada 2010, dua buah pembangkit listrik di Bali Utara akan mulai beroperasi dan menghasilkan listrik sebanyak 360 megawatt (MW).

Saat ini, pasokan listrik Bali hanya 562 MW. Padahal beban puncak listrik di Bali rata-rata mencapai di atas 440 MW. Selain itu, sebanyak 299 MW pasokan listrik Bali masih disuplai dari Pulau Jawa lewat kabel laut. Sisanya sangat tergantung pada sejumlah pembangkit listrik di Bali. Diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron sebesar 80 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pesanggaran sebesar 152 MW, PLTG Gilimanuk 130 MW.(Ni Komang Erviani/Sindo/ism)

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Ekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s