Christine Hakim, Duta UNESCO Asia Tenggara

Okezone – Selasa, 11 Maret 2008 17:19 wib

NUSA DUA – Berkat dedikasi di bidang pendidikan, aktris senior Christine Hakim dinobatkan sebagai duta UNESCO wilayah Asia Tenggara di ajang Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali.

Penobatan aktris peraih sejumlah piala Citra itu sebagai duta dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO Koichiro Matsuura, disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu di sela-sela pertemuan Menteri Pendidikan dari sembilan negara yang tergabung dalam E-9.

Christine menjadi duta khusus untuk bidang pendidikan guru. Status kehormatan tersebut diperoleh berkat dedikasinya dalam Yayasan Untukmu Guru, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang fokus memberikan pendidikan kepada guru di daerah-daerah terpencil. Karenanya, pendidikan guru di daerah-daerah terpencil di wilayah Asia Tenggara akan menjadi program prioritas Christine.

Ke depan nanti, pihaknya berharap tidak ada lagi jarak dalam standar pendidikan. Berdasarkan data UNESCO, Indonesia menempati peringkat 111 dalam kualitas pendidikan, atau satu peringkat lebih tinggi daripada Vietnam. Sementara itu, Malaysia berada pada peringkat 53.

“Padahal, dahulu kita mengirim guru-guru ke Malaysia,” keluhnya, Selasa (11/03/2008).

Christine menilai penting upaya peningkatan profesionalisme guru. “Ini juga masalah serius, terutama di daerah terpencil. Dari melihat banyaknya masalah, sebetulnya nggak ada lagi waktu untuk saya duduk santai,” ujarnya.

Direktur Jenderal UNESCO Koichiro Matsuura optimistis Christine akan mampu mendedikasikan diri dalam upaya meningkatkan kualitas guru.

“Saya optimistis kemampuan dan dedikasi Christine akan membantu meningkatkan kesadaran bersama tentang peran penting guru. Dia akan sangat membantu dalam upaya kami memperbaiki kualitas guru,” ucap Matsuura.(Ni Komang Erviani/Sindo/ang)

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s