Nasib Ribuan Penumpang Adam Air Belum Jelas

TUBAN – Rencana PT. Adam Sky Connection Airlines menghentikan operasionalnya pada 20 Maret mendatang, membuat nasib ribuan calon penumpang jurusan Denpasar-Jakarta masih terkatung-katung. Apalagi penghentian operasional dilakukan ketika libur panjang akhir pekan, di mana jumlah calon penumpang melonjak dari biasanya.

Menurut District Manager Adam Air Denpasar Anak Agung Gde Agung Jaya, ribuan tiket telah terjual untuk penerbangan di atas tanggal 20 Maret ini. Jumlah calon penumpang rute Denpasar-Jakarta pada libur akhir pekan ini bahkan telah mengalami lonjakan.

Pada 22 Maret mendatang, direncanakan ada enam flight Denpasar-Jakarta dengan jumlah penumpang total 773 orang. Bahkan pada 23 Maret, jumlah bertambah menjadi tujuh flight dengan total penumpang 1.006 orang. Sejumlah tiket juga telah terjual untuk penerbangan di atas tanggal tersebut.

Jaya mengaku belum tahu tindak lanjut Adam Air terhadap para calon penumpangnya yang telanjur membeli tiket. Namun ia memastikan Adam Air tidak akan menyia-nyiakan konsumennya.

Menurutnya, Adam Air akan mengupayakan agar tetap diperbolehkan terbang untuk konsumen-konsumen yang sudah telanjur beli tiket. Alternatif lain, para penumpang akan akan dialihkan ke penerbangan lain. “Lagi diusahakan. Apakah dengan charter flight atau bagaimana Yang pasti, kami tidak akan mengecewakan konsumen kami,” ujarnya meyakinkan.

Pihaknya mengaku membuka pintu lebar-lebar bagi konsumen pemegang tiket yang ingin merefund tiket. Menurutnya, refund bisa dilakukan melalui counter-counter ticketing Adam Air maupun travel agent yang menjual tiket Adam Air. “Kalau memang ada yang merefund, kami siap terima. Ini memang kewajiban kami,” tambahnya.

Pantauan SINDO di sejumlah counter ticketing Adam Air di Bali kemarin, belum ada penumpang yang melakukan refund. Counternya di Jl. Teuku Umar Denpasar dan Bandara Ngurah Rai juga masih beraktivitas normal. Bahkan, petugas ticketing tetap menjual tiket seperti biasa. “Kita masih beroperasi normal mbak. Kita tetap jual tiket,” ujar salah seorang petugas ticketing di Bandara Ngurah Rai Emilia.

Sementara Kepala Dinas Hukum dan Humas PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara Ngurah Rai Denpasar Akhmad Munir mengaku pihaknya belum mendapat konfirmasi resmi tentang operasional Adam Air. Daftar flight Adam Air yang dipegang Adam Air masih sesuai daftar lama, yakni 7 kali sehari. Setelah insiden di Batam, jumlah flight Adam Air yang berangkat hanya rata-rata 2-3 flight. “Saya berharap Adam Air memberi laporan tertulis kepada manajemen bandara,” ujarnya.

Hingga kemarin, Adam Air masih terbang dengan dua flight sehari seperti hari sebelumnya. Yakni pada pukul 14.15 dengan pesawat bernomor penerbangan KI 0333 dan pukul 18.45 wita dengan pesawat bernomor penerbangan KI 0335. Rencananya, Selasa hari ini Adam Air juga akan terbang dengan dua flight, yakni pukul 10.05 wita dan pukul 18.45.

Gagal terbang
Sebelumnya, pada Minggu (16/03/2008) lalu, flight pukul 18.45 dengan nomor penerbangan KI 0335 terpaksa dibatalkan karena kerusakan exhaust gas temperature pada mesin kiri pesawat. Padahal penumpang pesawat jenis Boeing 737-400 itu sudah siap di dalam pesawat. Bahkan pilot sudah melakukan push back (gerakan mundur untuk mengambil posisi lepas landas,red).

Menurut Anak Agung Gede Agung Jaya, pembatalan terpaksa dilakukan untuk menghindari kecelakaan. “Daripada dipaksa berangkat, kami pikir lebih baik mengutamakan keselamatan penumpang,” ujarnya.

Akibat pembatalan tersebut, sebanyak 130 penumpang dioper ke penerbangan Air Asia pada pukul 11.00 wita Minggu malam itu, dan Garuda Indonesia pukul 14.00 wita Senin sore. Para penumpang yang dialihkan ke Garuda Indonesia juga diinapkan di dua hotel di Kuta, yakni Hotel Bali Prani dan Hotel Palm Beach. Untuk mempertanggungjawabkan pembatalan tersebut, Adam Air juga harus mengeluarkan biaya ekstra sebesar Rp.100 juta. “Kami bertanggung jawab untuk semua pembatalan itu,” tegas Jaya.

Salah seorang penumpang yang betal berangkat pada Minggu Malam, Ariyana, mengaku cukup kecewa dengan pembatalan tersebut. Namun langkah itu menurutnya lebih baik dibandingkan harus dipaksa berangkat. “Nggak apa-apa sih. Daripada bahaya di jalan,” ujar Ariyana yang ditemui ketika hendak boarding di pintu keberangkatan domestic Bandara Ngurah Rai kemarin. [ni komang erviani]

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Ekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s