Adam Air Tutup, Hotel Terima Pembatalan

KUTA – Tutupnya operasional maskapai penerbangan Adam Air secara mendadak pada saat peak season (masa ramai pariwisata,red), berdampak pada banyaknya pembatalan yang diterima hotel-hotel di Bali. Pasalnya, banyak calon wisatawan domestik yang gagal terbang dengan Adam Air.

Salah satu hotel di Kuta, Aston Inn Tuban, menerima pembatalan sampai 16 kamar. Staf reservasi Aston Inn Tuban Fitria Andriani menjelaskan, pembatalan diterima untuk periode Rabu hari ini sampai 23 Maret mendatang.

Menurut Fitria, pembatalan sudah banyak diterima sejak Senin lalu. “Katanya mereka kesulitan cari penerbangan,” ujarnya. Fitria mengakui pembatalan tersebut merupakan dampak dari penutupan tiba-tiba maskapai penerbangan Adam Air. “Memang banyak tamu kami yang naik Adam Air. Karena maskapainya ditutup, mereka kesulitan ke Bali,” ujar Fitriani.

Hal serupa juga dialami Hotel Kuta Paradiso. Menurut Staf Sales Hotel Kuta Paradiso Nety, pihaknya sempat menerima informasi tentang adanya kemungkinan sejumlah tamu tidak bisa berangkat karena terkendala penerbangan. Namun menurutnya hingga sekarang belum ada tamu yang menyatakan cancel.

Namun Nety menyebut semua reservasi sudah dibayar dengan full deposit. Karenanya, tamu sudah tidak bisa lagi melakukan cancellation. “Sekarang kalau mau apply cancellation, sudah terlambat. Karena sekarang peak season. Kan kami dari awal sudah minta full deposit,” ujarnya.

Hotel Ramayana Kuta juga mengaku hingga kini belum menerima pembatalan secara massal. “Nggak ada pembatalan besar-besaran. Memang ada pembatalan, tetapi hanya dua kamar,” ujar Supervisor Hotel Ramayana Made Datar.

Tutupnya operasional Adam Air pada masa peak seasons, merugikan banyak calon wisatawan yang hendak berlibur ke Bali. District Manager Adam Air Denpasar Anak Agung Gde Agung Jaya, menjelaskan ribuan tiket telah terjual untuk penerbangan di atas tanggal 20 Maret ini. Jumlah calon penumpang rute Denpasar-Jakarta pada libur akhir pekan ini bahkan telah mengalami lonjakan.

Pada 22 Maret mendatang, direncanakan ada enam flight Denpasar-Jakarta dengan jumlah penumpang total 773 orang. Bahkan pada 23 Maret, jumlah bertambah menjadi tujuh flight dengan total penumpang 1.006 orang. Sejumlah tiket juga telah terjual untuk penerbangan di atas tanggal tersebut.

Sementara itu, janji pihak Adam Air untuk me-refund semua tiket yang dipegang konsumennya, ternyata diingkari pihak Adam Air. Counter ticketing Adam Air di Jl. Teuku Umar Denpasar dan Bandara Ngurah Rai justru tidak beroperasi. Refund tiket pun tidak dilayani oleh petugas yang ada.

Salah seorang pegawai Adam Air, Farid Rahman, justru menyarankan konsumen Adam Air untuk mencairkan tiketnya di kantor Adam Air Jakarta. “Sekarang ini kami tidak ada duit cash,” ujarnya. Pihaknya juga menyarankan kepada konsumen Adam Air untuk memberikan nomor rekeningnya, agar dana refund bisa ditransfer via rekening.

Sikap Adam air mendapat protes dari sejumlah konsumen Adam Air. Salah seorang konsumen Adam Air Thamrin Napitupulu mengaku kecewa dengan perlakukan Adam Air. Pria yang hendak kembali ke Jakarta setelah menghabiskan liburannya di Bali itu terpaksa membeli tiket pesawat Lion Air dengan harga yang lebih tinggi. “Saya kecewa sekali dengan pelayanan Adam Air. Kok sangat tidak bertanggung jawab,” keluhnya.

Harga sejumlah tiket penerbangan Denpasar-Jakarta kemarin mendadak mengalami lonjakan luar biasa. Tiket pesawat Lion Air misalnya, mencapai harga Rp.794.000 hingga Rp.1.244.000. Sementara tiket Batavia Air mencapai Rp.997.000 – Rp.1.057.000. Petugas Ticketing Batavia Air di Bandara Ngurah Rai membantah kenaikan tersebut akibat ditutupnya operasional Adam Air. “Memang naik karena peak season,” ujarnya. [ni komang erviani]

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Pariwisata. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s