Bakrieland Invest Rp880 Miliar di Bali

KUTA – PT Bakrieland Development mendadak serius mengepakkan investasinya di Bali. Dalam tahun 2008 ini saja, Bakrieland berencana melaunch tiga proyek invetasinya senilai total Rp.880 miliar. Padahal sejak 1980, Bakrieland hanya berinvestasi pada Bali Nirwana Resort, sebuah hotel di Tabanan Bali.

Tiga investasi Bakrieland terdiri dari proyek hotel dan resort di Kuta, Seminyak dan Ubud Bali. Proyek hotel dan resort yang paling siap dilaunching adalah The Legian Nirwana Suites, proyek hotel & resort di Jl. Pantai Kuta Bali. Nilai nvestasi pada proyek tersebut mencapai Rp.420 miliar.

Proyek yang berdiri diatas tanah seluas 2.3 Ha dan akan dikelola Grand Mercure, Accor International. Bakrieland mengklaim proyek tersebut sebagau strata hotel pertama di Bali yang akan beroperasi penuh pada akhir 2008. “Proyek ini juga merupakan strata hotel pertama di Bali yang menjanjikan prospek investasi dengan berbagai kelebihan,” ujar Seno Adhikawanto, Chief Marketing Officer PT. Bakrie Nirwana Semesta di sela-sela acara topping off proyek tersebut di Kuta Rabu lalu.

Dua proyek investasi lainnya hingga kini masih dirahasiakan pihak Bakrieland. Namun menurut President Director & CEO PT Bakrieland Development Hiramsyah S. Thaib, investasi di Seminyak dilakukan untuk proyek serupa dengan investasi pada The Legian Nirwana Suite. Total dana yang diinvestasikannya juga sama, yakni sekitar Rp.420 miliar.

Sementara untuk investasi di Ubud, Hiramsyah mengaku pihaknya melakukan take over atas salah satu butik hotel di kawasan tersebut. Menurutnya, hotel yang di-take over dengan investasi sebesar Rp.40 miliar itu mencapai seluas 2,4 ha.

Banyaknya investasi Bakrieland dalam tahun 2008, dibantah sebagai gebrakan Bakrieland. Menurut Hiramsyah, proyek The Legian Nirwana Suites sudah dilakukan sejak 2006 lalu. “Jadi nggak mendadak, nggak tiba-tiba,” tegasnya.

Hiramsyah juga menegaskan bahwa Bali merupakan tempat investasi yang sangat baik bagi semua investor. Pasalnya, Bali memiliki pondasi pariwisata yang sangat kuat. “Terbukti, sudah dua kali kena bom, tapi wisatawan tetap datang. Jadi saat ada travel warning, mereka bukannya batal datang, tapi ditunda. Artinya, wisatawan tetap datang ke Bali,” tegasnya.

Koordinator Bakrie Green Program Marudi Surachman, juga mengakui tingginya prospek investasi di Bali. Menurut Marudi, bisnis property di Bali tumbuh dengan sangat cepat. Hal itu tampak dari kenaikan harga tanah hingga 200% hanya dalam tempo dua tahun. “Itu kami anggap fenomena di Bali yang bisa jadi kesempatan,” tegasnya. [ni komang erviani]

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Ekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s