Wisdom Mulai Serbu Bali

KUTA – Menyusul libur panjang akhir pekan, wisatawan domestik (wisdom) mulai serbu Bali. Arus kedatangan wisatawan melalui Bandara Ngurah Rai sudah mengalami lonjakan sejak Kamis kemarin. Hotel-hotel juga mulai mengalami lonjakan tingkat hunian (okupansi,red).
Arus kedatangan wisatawan domestik ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai kemarin, menunjukkan lonjakan yang lumayan tinggi. Total penerbangan domestik selama satu hari kemarin mencapai 73 flight, lebih banyak dibandingkan rata-rata sebanyak 60 flight. Airport Duty Manager Bandara Ngurah Rai Sriwondo menjelaskan, ada 13 flight tambahan yang datang ke Denpasar selama satu hari kemarin.
Tak hanya melalui Bandara Ngurah Rai, beberapa wisdom juga memilih datang dengan transportasi darat. Hingga siang kemarin, ada sebanyak 213 wisatawan yang berdatangan ke Denpasar dengan menggunakan enam bus antar kota antar provinsi (AKAP). Mereka umumnya berasal dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, hingga kota-kota kecil di Jawa Timur.
Kedatangan wisatawan diperkirakan akan terus bertambah hingga menjelang berakhirnya libur akhir pekan ini. “Mungkin besok tambah banyak yang datang,” ujar Staf Terminal Ubung Made Darwin.
Libur panjang akhir pekan ini memang benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Bali menjadi salah satu destinasi yang paling dicari. Bahkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia harus menambah frekuensi penerbangannya ke Bali.
Pada kamis kemarin misalnya, Garuda Indonesia terbang dari Jakarta ke Bali dengan 18 flight, naik dari penerbangan normal antara 10 hingga 11 flight. Sementara pada Jumat hari ini, Garuda terbang dari Jakarta ke Bali delapan kali.
Dari Surabaya, frekuensi penerbangan ke Bali pada Kamis kemarin juga ditambah menjadi lima kali, dari rata-rata normal hanya empat kali.
Pada Minggu (23/3), arus balik dari Bali menyebabkan terjadinya lonjakan penerbangan. Frekuensi penerbangan Garuda Indonesia Denpasar-Jakarta akan mencapai 19 flight, atau terjadi tambahan flight sebanyak 8 kali. Sementara penerbangan Denpasar-Surabaya pada hari yang sama akan mencapai lima kali penerbangan.
“Semua seat penuh, walaupun kami memberlakukan tarif tertinggi,” ujar General Manager Garuda Indonesia Denpasar Bagus Y Siregar. Untuk libur akhir pekan ini, Garuda Indonesia menerapkan tariff tertinggi hingga Rp1.253.100.
Tingginya permintaan memang membuat sejumlah maskapai memanfaatkan momen untuk menaikkan tariff.
Tiket pesawat Lion Air misalnya, mencapai harga Rp.794.000 hingga Rp.1.244.000. Sementara tiket Batavia Air mencapai Rp.997.000 – Rp.1.057.000. Petugas Ticketing Batavia Air di Bandara Ngurah Rai membantah kenaikan tersebut akibat ditutupnya operasional Adam Air. “Memang naik karena peak season,” ujarnya.

Okupansi Hotel Naik

Serbuan wisdom ke Bali mendongkrak okupansi hotel-hotel di Bali. Kenaikan okupansi terutama dirasakan hotel-hotel di kawasan wisata Kuta. Seperti dirasakan salah satu hotel di Kuta, Aston Inn Tuban. Hotel berbintang tersebut kini mengantongi okupansi hingga 100%. “Semua kamar sudah penuh mbak,” ujar Staf Reservasi Aston Inn Tuban Fitria Andriani.
Padahal sebelumnya Hotel Aston Tuban sempat mendapatkan pembatalan 16 kamar dari calon wisatawan yang batal datang karena tutupnya maskapai Adam Air. Meski demikian, seluruh kamar yang dibatalkan berhasil dijual kembali pada Selasa lalu. “Kebetulan memang sedang ramai. Jadi nggak masalah kalau ada cancellation,” ujarnya.
Hal serupa juga dialami Hotel Kuta Paradiso. Staf Sales Hotel Kuta Paradiso Nety menjelaskan seluruh kamar hotelnya sudah fully book untuk akhir pekan ini. Bahkan karena banyaknya booking, pihaknya menetapkan aturan full deposit bagi calon wisatawan. Dari awal kami sudah minta full deposit. Karena ini kan peak seasons,” ujarnya.
Hotel Ramayana Kuta juga mengalami lonjakan okupansi hingga 95%. Supervisor Front Office Hotel Ramayanan Kuta, Made Datar menjelaskan belum ada wisatawan yang menyatakan cancel akibat tutupnya maskapai adam air. [ni komang erviani]

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Pariwisata. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s