Minyak Tanah Bersubsidi Mulai Ditarik di Denpasar

Okezone – Rabu, 26 Maret 2008 – 15:19 wib

DENPASAR – Minyak tanah bersubsidi di Denpasar mulai ditarik, menyusul rampungnya pembagian elpiji dan kompor gas gratis di dua kecamatan. Untuk tahap awal, kuota yang ditarik sebesar 25 kilo liter per hari. Penarikan minyak tanah bersubsidi akan dilakukan bertahap sampai pembagian elpiji rampung di seluruh Bali.

Penarikan sebagian kuota minyak tanah bersubsidi sudah dilakukan di dua kecamatan, yakni Denpasar Timur dan Denpasar Selatan sejak awal Maret. Menurut Wira Penjualan Bahan Bakar Minyak Retail IX PT Pertamina Cabang Pemasaran Denpasar Putut Andrianto, Rabu (26/3/2008), penarikan minyak tanah bersubsidi dilakukan di dua kecamatan tersebut karena pembagian elpiji dan kompor gas gratis sudah dirampungkan pada akhir Februari.

Kuota minyak tanah bersubsidi yang sudah ditarik dari dua kecamatan di Denpasar itu mencapai total 25 kilo liter, masing-masing 12,5 kilo liter di Denpasar Timur dan 12,5 kilo liter di Denpasar Selatan. Jumlah tersebut mencapai separuh dari kuota minyak tanah bersubsidi yang selama ini didapat kedua kecamatan. Selama ini, kuota minyak tanah bersubsidi untuk Denpasar Timur dan Denpasar Selatan sebesar masing-masing 25 kilo liter.

Putut menjelaskan, penarikan minyak tanah bersubsidi akan dilakukan secara bertahap setelah pembagian elpiji dan kompor gas gratis dirampungkan. Setelah ditarik separuhnya, penarikan akan dilakukan bertahap sebesar 10 persen dari total kuota setiap bulannya. “Untuk Denpasar Timur dan Denpasar Selatan akan kita kurangi sekitar 10 persen setiap bulan mulai April,” terang Putut.

Berdasarkan pentahapan dari Pertamina, maka minyak tanah bersubsidi di wilayah Denpasar Timur dan Denpasar Selatan akan ditarik sepenuhnya pada Agustus mendatang. “Itu kalau tidak ada masalah. Kalau tidak ada gejolak di masyarakat,” ujarnya.

Sejak dimulai pada 29 November lalu, program, konversi minyak tanah di Bali diperkirakan akan rampung pada September 2008 ini dengan 520.000 tabung tersalurkan. Denpasar dijadikan pilot project penerapan konversi karena memiliki tingkat konsumsi minyak tanah paling tinggi dibanding dengan daerah lain di seluruh Bali. Rata-rata perhari, kebutuhan minyak tanah di Denpasar mencapai 100 kl, yang setara dengan 50 metrik ton. (Ni Komang Erviani/Sindo/mbs)

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Ekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s