Menbudpar: Eksekusi Amrozi Cs Tak Pengaruhi Pariwisata

okezone >News
Ni Komang Erviani
Kamis, 13 November 2008 – 16:00 wib

GIANYAR – Pelaksanaan eksekusi mati terhadap trio Bom Bali I, Amrozi cs dipastikan tidak mempengaruhi iklim pariwisata nasional.

Travel warning beberapa negara terhadap warga negaranya agar tidak berkunjung ke Indonesia menjelang eksekusi Amrozi cs terbukti tidak mempengaruhi angka kunjungan wisatawan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik saat berceramah di hadapan siswa SMA Se-Bali tentang kebudayaan di Ubud, Gianyar, Bali Kamis (13/11/2008).

Menurut Wacik, travel warning dari beberapa negara menjelang eksekusi terpidana bom Bali I beberapa waktu lalu sama sekali tidak mempengaruhi pariwisata di Indonesia.

“Saya punya feeling dan saya punya angka. Feeling saya mengatakan tidak akan berpengaruh, sedangkan untuk angka terutama Bali kini menunjukkan peningkatan,” kata Wacik.

Angka kunjungan wisatawan asing ke Bali, ujarnya, sudah mencapai 6.000 wisatawan per hari. Angka ini meningkat dari angka normal yang hanya 4.500 wisatawan asing per hari. “Eksekusi itu tidak mempengaruhi pariwisata, mudah-mudahan kita semua mengerti inilah proses hukum, dan sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Banyaknya teror bom pascaeksekusi juga dipastikan tidak mempengaruhi minat wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. “Tidak ada pengaruhnya. Wisatawan akan tetap datang,” tambahnya.

Berdasarkan data Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia pada 2008 dibanding tahun 2009 periode Januari hingga Agustus meningkat 12,73 persen.

Jumlah wisatawan asing pada periode Januari hingga Agustus 2007 mencapai 3.610.049 orang. Pada periode yang sama tahun 2008, jumlah wisman yang mengunjungi Indonesia menjadi 4.069.474 wisatawan.

Pasar wisata terbesar untuk Indonesia masih diduduki Singapura dengan jumlah 638.834 orang wisatawan. Diikuti Malaysia dengan jumlah wisman mencapai 441.523 orang wisatawan.

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s