Sistem Ganda Penerimaan Maba

Koran Seputar Indonesia – Rabu, 12/03/2008

PENOLAKAN 41 perguruan tinggi negeri (PTN) terhadap sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) menuai protes.

Selain memberatkan calon mahasiswa baru (maba) dalam memilih universitas favorit, penolakan SPMB juga melahirkan sistem ganda dalam penerimaan mahasiswa baru. Ketua Komisi X DPR Irwan Prayitno mengatakan, penyelenggaraan SPMB yang selama ini dijalankan sudah tepat.

Rektor yang menolak SPMB juga diminta tidak kembali ke sistem ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN). ”Tentu cara ini akan menyulitkan calon mahasiswa yang jauh dari universitas yang mereka minati.Kalau sistem SPMB,anak Medan yang ingin di ITB tidak perlu jauh-jauh ke Bandung,”tuturnya kepada SINDO kemarin.

Namun,sejumlah PTN lain tetap akan mengikuti SPMB. Sikap yang berbeda tersebut jelas memunculkan sistem ganda penerimaan maba. Menurut Irwan, jika ada dua proses penerimaan mahasiswa antara SPMB dan UMPTN, malah semakin membingungkan.

”Saya sangat menyesalkan kalau memang hal itu benar- benar terjadi,”ujar politikus dari PKS ini. Padahal,PTN sudah diperbolehkan menjalankan seleksi calon mahasiswa sendiri melalui penelusuran minat bakat dan potensi (PMBP).Irwan mengatakan,persentase penyaringan mahasiswanya pun ditentukan tiap PTN.

”Namanya bisa macam-macam seperti PMBP atau ujian mandiri. Selama ini kan berjalan seperti itu.UGM dan UI juga melakukan hal itu. Itu kan boleh dijalankan selain SPMB,”paparnya. Anggota Komisi X DPR Anwar Arifin juga menyesalkan langkah 41 PTN yang menolak SPMB tersebut.

Menurut dia, persoalan di internal Perhimpunan SPMB Nusantara tidak seharusnya memecah PTN. Sementara anggota Perhimpunan SPMB Nusantara yang juga Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bejo Sujanto berharap, pemerintah segera membuat kebijakan baru tentang SPMB.

Dia khawatir akan terjadi kepanitiaan ganda dalam penyelenggaraan penerimaan maba tahun 2008 ini.”Kemungkinan paling jelek, akan ada dua panitia.Tapi kita berharap ini tidak terjadi,”tandasnya. Kepanitiaan ganda,menurut dia,akan menyulitkan para calon maba. Selain itu, penyelenggaraan SPMB akan menjadi lebih mahal. (rendra hanggara/ ni komang erviani/ fahmi faisa)

About erviani

Jatuh cinta dengan dunia jurnalistik sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Indikator, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Sempat bekerja untuk Harian Warta Bali, 2003 - 2005, Koresponden Majalah GATRA untuk wilayah Bali, anggota redaksi Media HIV/AIDS dan Narkoba KULKUL, TPI, dan Koran Seputar Indonesia. Menulis lepas kini menjadi aktivitas keseharian. Kini aktif sebagai kontributor untuk beberapa media yakni Bali Daily-The Jakarta Post, Mongabay Indonesia, dan Khabat Southeast Asia.
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s